PROLOG
BUKU 69 WOMEN ON TOP
“BEAUTY AND INSPIRATIONAL MOVEMENT”
Membicarakan
tentang sosok wanita, adalah sebuah pembicaraan yang sangat klasik sebab
sejarah penciptaan dan peradaban manusia, tidak lepas dari sosok wanita.
Kendati begitu, wacana yang membahas tentang dimensi wanita tak pernah lekang
ditelan zaman. kisah yang tertuang dalam mitologi dan kitab suci agama-agama
besar dunia pun, sosok wanita mengambil porsi penting dalam guratan cerita
sejarah, yang tertuang dalam berbagai macam bentuk dan menghiasi lembaran
ayat-ayat suci.
Tapi
sangat di sayangkan wanita dalam tatanan masyarakat tradisional telah
terbongsai hak-haknya akibat kontruksi sosial dan budaya yang patriarki, tidak
bisa di pungkiri. wanita dikontruksikan sebagai sosok yang lemah dan cenderung
lambat, sehingga diporsikan pada peran-peran minor yang terinkubasi ; seperti
mengurus rumah, memasak, melahirkan, dan mengasuh anak. Sementara peran sosial
mereka sebagai seorang manusia, kerap tidak terpenuhi seperti pendidikan dan
aktifitas lainya, hingga sulit mengaktualisasikan dirinya, entah itu dalam
istilah sekarang menjadi superwoman ataupun supermom
Sejalan
dengan perkembangan zaman, kaum wanita dewasa ini khususnya mereka yang tinggal
di kota-kota besar, cenderung untuk berperan ganda bahkan ada yang multi
fungsional, karena mereka telah mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk
mengembangkan diri dalam berbisnis dan berkarir. menjadikan eksitensi penting
di dalam kehidupan bermasyarakat. Sudah tentu hal itu akan berdampak terhadap
sendi-sendi kehidupan sosial
Penggambaran
2 teori klasik dikotomi wanita dan pria dalam klasifikasi sosial
1.Teori Nature yang menganggap bahwa perbedaan
psikologis antara pria dan wanita disebabkan oleh faktor-faktor biologis yang
sudah ada sejak manusia dilahirkan.
2.Teori
Nurture yang menganggap bahwa perbedaan psikologis antara pria dan wanita
tercipta melalui proses belajar dari lingkungan, jadi tidak dibawa sejak lahir.
Masyarakat
Indonesia cenderung menerima perbedaan antara pria dan wanita sebagai hal yang
alamiah, sehingga lebih dekat pada pemikiran teori nature. Keikutsertaan kaum
wanita untuk bekerja sama dengan kaum pria menimbulkan adanya peran ganda
wanita, di mana wanita di satu pihak dituntut peran sertanya dalam pembangunan
dan memberikan sumbangannya kepada masyarakat secara nyata, di lain pihak
wanita dituntut pula untuk menjalankan tugas utamanya di dalam rumah tangga
dengan sebaik-baiknya.
kemandirian
wanita yang berkarir :
1.
Independen secara finansial
Bagi
Anda wanita yang belum berumah tangga, ada baiknya membekali diri dengan
kemampuan finansial yang cukup. Mandirilah dari segi keuangan melalui pekerjaan
yang Anda miliki sebelum menikah. Dengan ini diharapkan Anda akan memiliki
bekal keuangan pribadi saat telah menikah nanti. Pengalaman yang didapat selama
bekerja juga akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengaktualisasi diri,
tahu rasanya bekerja, dan mungkin menjadi bekal pengetahuan untuk berwirausaha
sendiri di rumah. Terbiasa melek akan hal-hal semacam ini juga membantu Anda
untuk berjaga-jaga apabila suatu saat nanti tak bisa bergantung lagi secara
finansial pada suami.
2.
Independen secara emosional
Mandiri
secara emosional artinya kesadaran pribadi bahwa Andalah yang bertanggungjawab
akan kebahagiaan, kesuksesan, serta hubungan yang Anda miliki. wanita yang
mandiri secara emosional tidak menggantungkan kebahagiaannya pada orang atau
keadaan di luar dirinya. Ya, Anda sendirilah yang menentukan bagaimana
kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup dapat diraih. Termasuk di dalam
kemandirian ini adalah kemampuan seseorang untuk menentukan hubungan manakah
yang baik baginya, serta hubungan manakah yang tidak membawa sisi terbaik dari
si wanita tersebut.
3. Independen secara fisik
Independen
secara fisik tidak selalu berarti Anda harus mampu mengangkat beban tanpa
dibantu orang lain, misalnya. Kemandirian secara fisik seorang wanita mencakup
hak menguasai tubuhnya sendiri. wanita karir kecenderungan akan merawat
fisiknya untuk memberi kan kenyamanan pada relasi klien kerjaan atau kolega
bisnisnya dan untuk kehidupan pribadi akan memberikan harmonisasi dengan
pasangan ataupun suami karena merasa di hargai dengan selalu berpenampilan
menarik
4.
kemandiri secara intelektual
Kemampuan
seseorang untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri adalah suatu bentuk
kemandirian intelektual. Untuk wanita yang belum menikah Melakukan proses
berpikir secara mandiri dan menyelesaikan masalah yang tengah dihadapinya
sendiri baik itu dalam lingkungan keluarga ataupun sosial. Mandiri dalam
konteks wanita sudah menikah memiliki kemampuan untuk memilih sikap terhadap
berbagai persoalan rumah tangga. wanita menjadi partnership yang setara dengan
suami untuk menyampaikan pendapat, opsi, maupun solusi. Dengan demikian, wanita
menjadi penyeimbang sekaligus mitra sejajar bagi suami dalam mengarungi rumah
tangga
Hal
ini yang melandasi penulis mengungkap realitas kehidupan tentang wanita
kontemporer, khususnya yang terjun dalam karir dan bisnis, dalam kisah sejarah
masa lampau kita sulit sekali menemukan cerita-cerita wanita tersebut. Tapi
kini kita di berikan banyak slide transformasi kaum wanita yang mengambil
peranan dan posisi penting baik dalam dunia pekerjaan ataupun bisnis, dimana
yang sebelumnya lebih banyak di dominasi kaum pria.
Dalam
setiap kata yang tertuang di buku 69 Women on Top “The Beauty and
Inspiration Movement” adalah sebuah realitas wanita kontemporer dengan
menunjukkan relasi social-culture, di konfigurasikan dalam kisah 69 responden
wanita terpilih, dimana kita bisa banyak melihat diorama kehidupan mereka,
mulai dari garis awal pejalanan karir, sampai aktualisasi diri yang membuatnya
establish seperti sekarang ini.
PROFILE PENULIS :
ARANDA ARA
Terlahir
di Jakarta, mengawali karir sebagai jurnalis di Koran Harian Ibu kota,
dilanjutkan menjadi Advisor di perusahaan Hardware terbesar di Indonesia,
Penilai Aset di kantor Pajak Bumi dan Bangunan Jakarta Selatan, Supervisor di
Advertising Maxima, Marketing dan Promo di Gramedia Widiasarana Indonesia atau
yang lebih dikenal Grasindo, Account Eksekutif di Green Radio Utan Kayu,
Associate Manager di Mstri fm, Marketing kordinator di majalah Bussines Review,
dan Konsultan Klien di Biro Psikologi Psikodinamika.
Setelah
banyak experience di beberapa perusahaan dengan berbagai macam profesi,
dengan mantap dia memulai struggle life dengan mengembangkan industri
kreatif bernama Warmedia yang membidangi Cosultant,Publisher, Multimedia,
Broadcasting, Advertising, dan Event, di mana dalam exposure-nya
memprakarsai lahirnya Novel Radikal “Sarjana Muda” sebagai bentuk perlawanan
terhadap despotic government dan social decline dengan berbagai
macam Roadshow di Pulau Jawa baik di kampus, yayasan, komunitas, sekolah, acara
kebudayaan dan lain-lain.
Serta
Menulis dan Menerbitkan Buku Women Series Pertama Berjudul 69 Single Aphrodite
“The Beauty of Independent Woman”
TARI
BALLARE
Mengawali karir di bidang produk
kecantikan dari korea sebagai Manager Pemasaran, di lanjutkan menjadi Marketing
Manager di perusahaan Property cabang Australia. Setelah memiliki bekal yang
cukup ia memutuskan untuk membuat usaha sendiri yang bergerak di bidang Event
Organizer, lalu membuat Majalah Media Kawasan di Serpong, serta terakhir
membuka House of Ballare Day Spa “Natural Way to Beauty and Health”.
Selain itu ia aktif menjadi pembicara
kecantikan alami di beberapa Perusahaan Besar, Mengasuh Rubrik Kecantikan dan
Kepercayaan Diri di koran Indo Pos (grup dari Jawa Pos), di waktu luangnya di
manfaatkan menjadi Master of Ceremony (MC) di berbagai acara, Puncaknya adalah
sempat menjadi MC di depan Bapak Presiden Republik Indonesia DR. Susilo Bambang
Yudhoyono pada tahun 2010. Untuk balance life ia aktif di berbagai kegiatan
sosial lainnya
"unmöglicher traum zu schaffen
ist unsere spezialitäten"
Mewujudkan Impian Yang Paling Tidak
Masuk Akal Sekalipun Adalah Keahlian Kami.
Rumah Kreatif
Jl.
Pinang perak 1 No. 9 PL-3 Pondok Indah Jakarta-Selatan 12310
Tidak ada komentar:
Posting Komentar